Monday, April 20, 2015

Bayaran sendiri


Sakit kali ini
Sangat sakit
Perit
Menikam bertubi tubi
Sampai aku rasa hampir mati

Tapi ini bayaran yg aku sendiri beli.

Thursday, April 09, 2015

Setia


Setia
Ibarat aku memandang emak dan ayah
Yg masih kukuh ikatan cintanya
Yg masih saling kasih
Terusan mencipta bahagia.

Setia
Bila aku tidak betah untuk berganti harta
Yg aku usung setiap masa dimana saja
Yg kondisinya sudah cukup siksa pd pandgan mata.

Setia
Bila aku saling berpegang erat tangan tangan kuat
Yg bersama aku saat aku hilang kudrat
Yg menjaga tika sihat tenat
Yg namanya sahabat.

Setia
Bila tiada nama lain yg menjadi sebutan
Hanya kau yg jadi pujaan
Hanya kau yg aku banggakan
Hanya kau yg tersimpan.

Setia
Saat berantakannya kita dek ketidakfahaman jiwa
Bila kau hambur padaku kata2 nista
Dan aku masih menunggu bagai si gila.

Setia
Bila aku tetap menanti bersama harapan
Diruangan indah yg telah kita ciptakan
Menghitung segala kenangan
Bersama seribu sesalan.

Dan
Demi setianya aku kpd kamu
Aku rela taufan membelai nyawaku
Aku biar kemarau melandaku
Biar aku mati bersama cinta
Aku terhadap kamu.

Setia
Hanyalah pada Tuhanmu Yg Satu
Tiada dua tiada tiga
Tiada yg dapat menandingi cintaNya.

Wednesday, April 08, 2015

Kau; Pergi.


Sakit yang aku rasa
Aku pendam dalam jiwa
Kerana aku tahu
Salahku mengharap pada kamu
Yg secara terangnya tidak pernah setuju
Dengan apa yg berlaku
Antara kamu dan aku

Sakit yang aku rasa
Aku biar merebak membiak
Setiap sel sel tisu aku makin rosak
Makin lama makin tidak nampak
Gumpalan darah sebesar tapak tangan itu
Kian parah, hancur dan berserak

Iya
Salahnya bukan pada kau
Tapi
Aku yg terlalu mengejar bayang
Aku yg terlalu memandang
Aku yg terlalu berharapan
Pada sesuatu yg terang terangan
Tidak menjadi kepunyaan

Sudahlah
Biarkan aku disini
Membawa luka hati
Merawat sepi
Sendiri

Kau
Pergi.